:
Breaking News

Metode Efektif Dalam Mengelola Emosi Negatif “Kecemasan Dan Ketakutan”

top-news
https://birumerdeka.com/public/frontend/img/post-add/add.jpg

Birumerdeka.com- Kecemasan dan ketakutan adalah respons emosional yang penting dalam kehidupan manusia. Meskipun sering digunakan secara bergantian, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan dalam konteks psikologis. Kecemasan merupakan perasaan khawatir, tegang, atau tidak nyaman yang tidak memiliki objek atau penyebab yang jelas. Hal Ini sering muncul sebagai respons terhadap ancaman yang tidak spesifik atau potensi masalah di masa depan.

Kecemasan adalah reaksi normal terhadap situasi stres dan dapat berfungsi sebagai mekanisme perlindungan yang mempersiapkan individu untuk menghadapi tantangan atau bahaya. Namun, kecemasan yang berlebihan atau kronis dapat menjadi gangguan kecemasan, yang dapat mengganggu kehidupan sehari-hari dan memerlukan intervensi klinis (rangkaian tindakan oleh profesional).

Gangguan kecemasan, seperti gangguan kecemasan umum (GAD), fobia, dan gangguan panik, adalah bentuk patologis dari kecemasan yang membutuhkan penanganan profesional. Faktor-faktor seperti genetik, lingkungan, dan pengalaman hidup dapat berkontribusi pada perkembangan gangguan ini. Secara keseluruhan, memahami kecemasan dan ketakutan adalah langkah penting dalam mengelola respons emosional dan menjaga kesehatan mental.

Sedangkan ketakutan merupakan respon emosional terhadap ancaman nyata atau yang dipersepsikan sebagai ancaman langsung. Hal ini merupakan reaksi naluriah yang memicu mekanisme fight or flight (bertarung atau lari) tubuh, yaitu hal yang membantu seseorang menghindari bahaya fisik yang nyata. Ketakutan biasanya berhubungan dengan stimulus tertentu yang dapat diidentifikasi, seperti hewan berbahaya atau situasi berbahaya.

Orang yang memiliki kesehatan mental yang baik akan mampu belajar, mengatasi tekanan apa pun sedangkan seseorang yang memiliki kesehatan mental yang tidak baik akan kesulitan dalam menjalani kehidupan kesehariannya. Banyak faktor yang menyebabkan depresi salah satunya akibat peristiwa atau tekanan dalam kehidupan (trauma), kurang aktivitas serta faktor lingkungan.

Di muat oleh halaman World Population Review pada tahun 2023 yang menyatakan bahwa Indonesia berada di urutan ke 4 dengan kasus depresi prevalensi 3,7% atau sebanyak 9.162.886 jiwa. Salah satu solusi pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan pendidikan kesejahteraan mengenai manejemen emosi.

Manajemen emosi diperlukan untuk mengelola stres emosional, dengan menerapkan manajemen emosi yang baik dan benar akan membantu proses adaptasi dalam menghadapi masalah. Berikut beberapa metode yang bisa membantu mengatasi kecemasan dan ketakutan serta cara mengelola emosi negatif.

1.     Metode pernapasan lembut, tarik napas lalu hembuskan secara perlahan lakukan sampai 3-5 menit.

2.     Metode kupu-kupu, pejamkan mata lalu silangkan kedua tangan di depan dada, ayunkan tangan sambil tepuk bahu pelan-pelan dan bernafas perlahan.

3.     Metode relaksi otot, pilih posisi yang nyaman berdiri atau duduk menyilang, fokuskan pada rileks seluruh badan ( rasakan setiap anggota tubuh secara perlahan)

4.     Metode imajinasi, pejamkan mata sadarilah emosi negatif yang ada, kemas dan segel emosi tersebut, buang ke atas atau kembalikan ke alam

5.     Bermeditasi

6.     Menulis jurnal atau curahkan perasaanmu dalam bentuk tulisan.

Lakukan hal sederhana di atas untuk menangani masalah  emosi seperti kecemasan dan juga ketakutan. Hal tersebut dilakukan untuk meraih kehidupan yang seimbang, sehat dan memuaskan serta dengan manajemen emosi yang baik maka individu akan menjalani kehidupan yang lebih produktif dan baik.

 

Penulis: Syafa'aturrosyidah

https://birumerdeka.com/public/frontend/img/post-add/add.jpg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *