:
Breaking News

Tantangan Komunikasi Dalam lemahnya sosialisasi Mahasiswa: Upaya Memperkuat Koneksi

top-news
https://birumerdeka.com/public/frontend/img/post-add/add.jpg

Birumerdeka.com- Dalam konteks lemahnya sosialisasi mahasiswa, tantangan komunikasi menjadi salah satu aspek yang sangat penting untuk dipahami dan diatasi. Mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah dengan latar belakang budaya, bahasa, dan tradisi yang berbeda sering kali menghadapi kesulitan dalam berkomunikasi. Tantangan ini dapat mencakup perbedaan bahasa, pemahaman budaya yang berbeda, serta perbedaan gaya komunikasi dan norma sosial.

Saat ini, Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menjadi salah satu universitas yang menangani permasalahan dalam membangun koneksi dan hubungan di antara sejumlah mahasiswa. Hal ini menimbulkan beberapa dampak negatif, seperti kurangnya keberanian dalam menyampaikan pendapat di depan teman-teman dan dosen, kecenderungan untuk menyendiri, pemikiran negatif tentang apa yang akan terjadi, serta masalah keuangan yang kurang baik.

Permasalahan ini terjadi karena perbedaan budaya, bahasa, dan kebiasaan hidup sehari-hari sehingga beberapa siswa tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Akibatnya, mereka merasa terkucilkan dan tidak berani mendekatkan diri dengan teman-teman lain, yang mengakibatkan minimnya koneksi dan hubungan.

Bersosialisasi di dunia kampus memang sangat penting untuk mengembangkan hubungan dan memahami lingkungan kampus secara lebih luas. Terlebih lagi, bersosialisasi di dunia kampus umumnya menjadi kewajiban bagi setiap siswa karena merupakan sikap dalam belajar serta mengembangkan koneksi dan hubungan yang lebih luas.

Di Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, mungkin hanya sekitar 40% mahasiswa yang kurang bersosialisasi atau beradaptasi dengan lingkungan, teman-teman, dan kebiasaan baru. Meski tidak terlalu banyak, permasalahan ini tetap harus diatasi agar semua mahasiswa berani menyampaikan pendapatnya secara terbuka dan leluasa.

Tidak hanya lingkungan, teman, dan kebiasaan yang menjadi penghambat bagi seorang mahasiswa untuk menyampaikan pendapatnya, tetapi juga kurangnya respons dari beberapa dosen ketika mahasiswa bertanya atau berpendapat. Jarangnya pendapat siswa didengarkan juga menjadi salah satu faktor yang membuat siswa memilih untuk diam dan hanya mendengarkan di dalam kelas.

 Penulis : Shela Nur Khotimah

https://birumerdeka.com/public/frontend/img/post-add/add.jpg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *